Headlines News :
Home » » Ibukota IKN dijadikan agar Jurang antara sikaya dan simiskin Merata dan Ini Caranya

Ibukota IKN dijadikan agar Jurang antara sikaya dan simiskin Merata dan Ini Caranya

Written By Info Breaking News on Minggu, 21 Mei 2023 | 04.29


Palaran City, Info Breaking News -
 Belajar dari banyaknya pembangunan yang mangkrak di era pemerintahan yang lalu, membuat Presiden RI Ke 7 Joko Widodo tak mau terulang lagi pembangunan Ibukota Negara (IKN) di Passer Panajam Kalimantan Timur yang kini dipacu pembangunannya, agar Perayaan Nasional Ultah RI pada 17 Agustus 2024 mendatang harus terwujud dan membuat kagum anak bangsa serta para tamu undangan dari banyak kepala negara dunia, serta para investor kaliber Internasional yang kini diserahkan Jokowi kepada Menko Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Apalagi IKN akan dibangun secara tehnologi modern setara dengan kota Dubai dan mengalahkan Singapura, membuat para pakar Otoritas Pembangunan IKN terus bekerja keras tanpa kenal lelah demi terwujudnya Ibukota RI dikawasan Indonesia Timur yang sekaligus juga dimaksudkan agar pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat terjadi secara merata seperti yang selama ini dikawasan Indonesia bagian Barat, yang menjadikan kota Jakarta penuh sumpek dan terlalu kumuh berantakan akibat semua manusia berdatangan ke Jakarta untuk mencari peluang kerja.

Itulah sebabnya mengapa pemerintah terus siang dan malam menggeber pembangunan infrastruktur di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 

Adapun saat ini, progres pembangunannya secara keseluruhan mencapai 29%.. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) per 20 Mei 2023.


"Secara keseluruhan sampai kemarin itu kira-kira progresnya 31%," kata Danis, dalam Webinar Pengembangan IKN sebagai Kota Tangguh, Net Zero & Sirkuler yang diselenggarakan oleh kampus ternama Universitas Indonesia (UI) belum lama ini.

Lebih lanjut, Danis pun merincikan progres dari tiap-tiap proyek pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Pertama ialah Istana Presiden, di mana saat ini progresnya mencapai 12,91%. Angka ini tidak jauh berbeda dengan Kantor Presiden yang kini progresnya sudah mencapai 14,05%.

Sementara itu, untuk Sekretariat Presiden dan bangunan pendukung lainnya progresnya sedikit lebih unggul, yakni mencapai 16,11%. Selain itu, pihaknya juga tengah menggenjot sejumlah 4 Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko). Progresnya cukup bervariasi dengan rentang 5-7%.

"Nanti ini kita jadikan sharing office ya, Prof Ali (Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN), harus dibagi nanti yang datang ke sana, karena nggak bisa 2024 semua officenya ada. Secara bertahap ada yang sudah 3%, 5%," ujarnya kepada Info Breaking News, Minggu (21/5/2023) di Balikpapan, Kaltim.

Ia menambahkan, di kawasan tersebut pihaknya akan mengembangkan ruang terbuka hijau atau yang disebut dengan Plaza Seremoni. Ruang terbuka ini nantinya akan terbentang dari Istana Negara hingga ke bagian depan, dengan gambaran tata ruang menyerupai kawasan Monas. Kini, progresnya telah mencapai 20%.

Lebih lanjut, Danis mengatakan, pihaknya juga telah memulai pembangunan rumah tapak untuk jabatan menteri. Adapun saat ini progres pembangunan rumah dinas ini mencapai 7,23%.

Selanjutnya, pihaknya juga tengah menggenjot pembangunan jalan tol dari Balikpapan ke kawasan IKN. Untuk progresnya, jalan tol segmen 3A (Karangjoang-KTT Kariangau) pembangunannya mencapai 4,5%, segmen 3B (KTT Kariangau-Simpang Tempadung) mencapai 18,91%, dan segmen 5A (Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang) mencapai 21,32%. Nantinya, tol ini juga akan terkoneksi dengan inner tunnel atau terowongan bawah laut.

"Kita akan membangun jalan tol, 3 line 3 line, jadi 6 line, itu dengan nanti dari Balikpapan, dari airport ke sana sekitar 30 menit. Jadi panjang jalannya sekitar 47 km," kata Danis.

Selain infrastruktur gedung dan jalanan, pihaknya juga telah melaksanakan pembangunan Bendungan, yakni Bendungan Sepaku Semoi. Adapun saat ini, pembangunannya sudah hampir rampung dengan progres 91,28%. Lalu juga ada Intake Sungai Sepaku yang progresnya mencapai 92,27%.

" Semua akan indah pada waktunya, asalkan semua kita dapat bekerja keras dan penuh semangat, jangan ada yang macam macam yang mau korupsi atau apalah, agar keinginan Pemerintah dan semua anak bangsa Indonesia bisa Ibukota RI dipandang hebat oleh dunia." kata Luhut dengan gaya khasnya spontan tanpa pencitraan, saat dimintai pendapatnya.

Sejatinya jika disadari betapa Tuhan sang pencipta alam semesta jagad raya ini, memberikan alam dan bumi Indonesia sangat dasyat ketimbang negara lain yang tidak seperti lengkapnya Indonesia memiliki tambang emas, minyak, batubara, kemenyan terbaik dunia, tembakau terbaik dunia bahkan timah terbaik kwalitasnya diseantero jagad ada di Pulau Bangka, serta ikan dan hasil laut yang selalu membuat iri penuh cemburu bangsa lain. Sehingga kedepan memang dirindukan agar para lansia dan kaum tak berdaya, bisa mendapatkan santunan rutin Rp 25 juta perbulan, sebagaimana yang sudah banyak dilakukan oleh negara maju seperti Belanda, Australia, Amerika, bahkan Jepang dan Korsel dan lainnya.

Itu bisa terwujud jika pemberantasan Korupsi yang selama ini membuat negara dan rakyat susah berkembang, harus sama sama diberantas dengan hukuman berat dan diasingkan ke Nusakambangan Cilacap, agar kapok dan hartanya harus dirampas dan dimiskinkan agar rakyat tidak semakin sengsara dan jarak antara simiskin dan sikaya tidak seperti jurang maut seperti sekarang ini.*** Emil F Simatupang 

Baca berita aktual menarik lainnya, hanya tinggal klik Beranda dibawah ini. Gratis tanpa bayar, untuk mencerdas pembaca setia
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Featured Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved